Fathu Makkah


Bunga Lotus












SEBAB-SEBAB TERJADINYA FATHU MAKKAH

Narator          : Pada bulan Zulkaidah tahun ke -6 H berangkatlah Rosulullah SAW dan kaum muslimin menuju Mekkah. Jumlah jamaah yang ikut tidak kurang dari 1.400 orang termasuk istri beliau yang bernama Ummu Salamah, sedangkan yang mengurus umat di Madinah adalah Ummi Maktum. Rosulullah mengutus Utaman bin Affan ke Mekkah untuk menjelaskan maksud kedatangan kaum muslimin ke Mekkah
Rosulullah      : Wahai Utsman berangkatlah ke Mekkah, jelaskan kepada pemuka Quraisy maksud kedatangan kita ke Mekkah
Utsman           : Baiklah ya Rosulullah ……. saya berangkat sekarang…..
Narator          : Berangkatlah Utsman menuju Mekkah dan setibanya disana Utsman bertemu dengan pemuka Quraisy diantaranya Abu Sufyan
Utsman           : wahai Abu Sufyan saya datang ke sini sebagai utusan Rosulullah untuk menjelaskan bahwa kaum muslimin dan Rosulullah akan datang ke Mekkah untuk melaksanakan ibadah haji dan umroh, bukan untuk berperang.
Abu Sufyan    : Hai……Utsman…….kami tidak percaya dengan apa yang kau sampaikan !!! pengawal…….. tangkap dan tahan dia sebagai jaminan, ha…...ha…….ha…….  
Narator          : Berita yang tersiar di kalangan kaum muslimin bahwa Utsman telah di bunuh oleh kaum kafir Quraisy, oleh karena itu Rosulullah dan kaum muslimin hendak membuat perhitungan atas terbunuhnya Utsman.
Muslimin        : Ya Rosulullah, Utsman telah dibunuh dan kami bersumpah setia kepada Allah dan engkau, kami akan membela agama islam sampai titik darah penghabisan, kami siap mati syahid di medan perang,  Allahuakbar….3x
Narator          : Sumpah setia ini dikenal dengan nama Bai’atur Ridwan.
                           Mendengar kaum muslimin bersumpah setia, kaum kafir Quraisy sangat ketakutan sehingga mereka melepaskan Utsman, kemudian mereka mengutus Suhail bin Amru untuk menemui Rosulullah di Hudaibiyah untuk mengadakan perdamaian.
Suhail              : Muhammad bin Abdullah, saya datang menemuimu untuk mengadakan perdamaian.
Rosulullah      : Wahai Suhail bin Amru, aku terima permintaan perdamaian ini.
Narator          : maka disepakatilah suatu perjanjian damai antara Rosulullah dari pihak muslimin dan Suhail dari pihak kaum Quraisy dan perjanjian ini dikenal dengan Perjanjian Hudaibiyah.
Rosulullah      : wahai Ali bin Abi Thalib….kemarilah….tulislah isi perjanjian ini
Ali                    : Baiklah ya Rosulullah
Suhail              : wahai Muhammad…..aku mau kau ganti tulisan Bismillahirrahmanirrahim dengan Bismika Allahumma dan Muhammad Rosulullah SAW dengan Muhammad bin Abdullah.
Rosulullah      : Baiklah Suhail….
                          Ali…gantilah tulisannya dengan apa yang Suhail katakan tadi.
Ali                    : Baiklah ya Rosullah……
Narator          : Adapun isi perjanjian
Hudaibiyah adalah :
1.      Kaum muslimin dan kaum Quraisy tidak saling menyerang selama 10 tahun
2.      Kaum muslimin tidak diperkenankan memasuki kota Mekkah untuk menunaikan haji dan umrah tahun ini kecuali tahun berikutnya.
3.      Kaum Quraisy yang datang melarikan diri dari pihak Quraisy kepada Muhammad supaya dikembalikan, tetapi jika kaum muslimin yang datang kepada kaum Quraisy tidak dikembalikan
4.      Semua kabilah arab bebas bersekutu dengan kaum muslimin atau kaum Quraisy.
Suhail              : Muhammad inilah perjanjiannya, apakah engkau setuju ?
Rosulullah      : Baiklah , kami setuju.
Quraisy           : Perjanjian ini menguntungkan kita, ha…..ha….ha….ha…..
Muslimin        : Yaa….Rosulullah , tolong pikirkan lagi jangan langsung menyetujuinya karna
                          sepertinya perjanjian ini menguntungkan kaum Quraisy
Rosulullah       : Tenanglah wahai kaumku…..sudah aku pikirkan dan lihatlah nanti, perjanjian ini pasti menguntungkan kita
Muslimin          : baiklah yaa….Rosulullah…..


PERISTIWA FATHU MAKKAH

Narator            :Baru 2 tahun perjanjian damai itu berlangsung, kaum kafir Quraisy telah melanggarnya, begini ceritanya …..
Bani Khuzaah  : (Amr bin Salim) yaa…Rosulullah kami memberitau kabar duka cita
Rosulullah       : ada apa dan kenapa wahai Amr bin salim ?
Amr bin Salim : kami diserang oleh Bani Bakar yang dibantu kaum Quraisy, penyerangan ini terjadi dimalam hari di Al-Watir dan menewaskan beberapa orang khuza’ah.
                           Bani Bakar tidak terima kami bergabung dengan kaum muslimin, mereka marah dan meminta bantuan kepada kaum Quraisy untuk menyerang kami.
Narator             : ini adalah awal pengkhianatan kaum Quraisy terhadap isi perjanjian Hudaibiyah.
                           Mendengar berita duka ini Rosulullah kemudian menyiapkan pasukan untuk membebaskan kota Mekkah dari para pengkhianat tersebut.
                           Rosulullah menyatakan bahwa kaum Quraisy telah melanggar perjanjian Hudaibiyah. Pembebasan ini inilah yang dikenal dengan Fathu Makkah.
Rosulullah         :Wahai para panglima dan sahabat…..kumpulkan dan siapkan pasukan, kita akan menaklukan dan membersihkan kota Mekkah dari para pengkhianat.
Sahabat/Panglima : siap….ya Rosulullah…..
Narator             : Para pembesar Quraisy mendengar rencana Rosulullah, mereka khawatir dan ketakutan karna mereka menyadari bahwa mereka telah melanggar perjanjian Hudaibiyah, lalu mereka mengutus Abu Sufyan untuk berunding dengan Rosulullah.
Quraisy 1           : Bagaimana niihh….Muhammad pasti sangat marah dan akan menyerang kita dengan pasukan yang sangat banyak, sementara kita belum siap menghadapi mereka.
Quraisy 2           : iyaa….bagaimana niihhh…..kita berunding saja dengan Muhammad….
                           Abu Sufyan…..bersiaplah untuk berangkat dan menemui Muhammad….
Abu Sufyan       : Baiklah ….saya berangkat…..
Narator             : Berangkatlah Abu Sufyan dan sampailah dihadapan Rosulullah
Abu Sufyan       : Wahai Muhammad….saya datang kepadamu untuk berunding dan meminta agar perjanjian Hudaibiyah diperpanjang agar engkau dan pasukanmu tidak menyerang kota Mekkah.
Rosulullah         : Hanya terdiam tidak menjawab sama sekali
Narator             : Karna Rosulullah diam saja, lalu Abu Sufyan meminta bantuan kepada Abu Bakar agar membicarakan dengan Rosulullah.
Abu Sufyan       : Abu Bakar tolonglah saya….tolong bicarakan dengan Muhammad agar dia mau memperpanjang perjanjian Hudaibiyah.
Abu Bakar         : Maaf ….. saya tidak bisa, Rosulullah saja tidak menjawab, apalagi dengan saya…..
Narator             : lalu Abu Sufyan mendatangi Umar bin Khattab
Abu Sufyan       : Umar….tolonglah saya….bicara dengan Muhammad, sampaikan tujuan saya kepadanya….
Umar bin Khattab : saya tidak bisa ! Rosulullah dan Abu Bakar saja menolak, apalagi dengan saya ….
Narator             : Karena tidak ada satupun jawaban, akhirnya Abu Sufyan kembali ke Mekkah dengan tangan hampa.
                           Pada tanggal 10 Ramadhan 8 H Rosulullah dan pasukan muslimin berangkat ke Mekkah dan sampailah di Marruz Zhahran lalu berkemah.
                           Para pemimpin Quraisy mengadakan perundingan dan diputuskanlah Abu Sufyan untuk menyelidiki Rosulullah dan pasukan muslimin yang berkemah di Marruz Zhahran.
Abu Sufyan       : Wahhh….pasukannya banyak sekali, mereka begitu bersemangat, kita pasti kalah… dan tiba-tiba….
Abbas                : haii….abu Sufyan…apa yang sedang kamu lakukan ?
Abu Sufyan       : aku sedang menyelidiki Rosulullah dan pasukan muslimin
Abbas                : untuk apa…? Lebih baik kamu menemui Rosulullah….
Abu Sufyan       : Baiklah….
Narator             : Abu Sufyan menemui Rosulullah, setelah berbincang-bincang dengan Rosulullah, akhirnya Abu Sufyan masuk Islam.
                           Rosulullah pun member penghormatan kepada Abu Sufyan untuk menjadi pelindung bagi kaum Quraisy. Kembalilah Abu Sufyan ke kota Mekkah.
Abu Sufyan       : Setibanya di Mekkah “ wahai kaum Quraisy…Muhammad dan pasukannya yang sangat banyak akan segera tiba di Mekkah, jika mau selamat ikutilah perintahku….
1.      Berlindunglah di rumahku
2.      Masuklah ke Masjidil Haram atau
3.      Tetap dirumah kalian masing-masing tutup pintu dan jendela agar selamat dari pasukan islam
Narator             : sebagian besar menuruti perintah Abu Sufyan, akan tetapi sebagian lagi ada yang berusaha menghadapi pasukan islam yaitu kelompok ikrimah,Abu Jahal, Suhail bin Amr, Shafwan bin Umayyah dan Hammah bin Qais, Namun usaha mereka gagal karna ketika mereka langsung berhadapan dengan pasukan Khalid bin Walid sempat terjadi pertempuran dan akhirnya mereka melarikan diri.    
Narrator            : sebelum masuk kota mekkah Rosulullah berpesan agar menghindari pertempuran dan pertumpahan darah kecuali dalam keadaan terdesak karena kota Mekkah adalah tempat yang diharamkan untuk melakukan peperangan didalamnya kecuali untuk mempertahankan diri.
Rosulullah         : wahai pasukan muslim kita akan segera memasuki kota Mekkah maka pesanku adalah :
1.      Tidak boleh membunuh kaum kafir Quraisy apabila tidak melawan
2.      Tidak boleh merampas senjata kecuali yang dipakai untuk menyerang
3.      Bersihkan ka’bah dari berhala
Pasukan Muslim : Allahu Akbar 3x
Narrator            : pada tanggal 20 Ramadhan 8 H Rosulullah dan kaum muslimin memasuki kota Mekkah tanpa perlawanan yang berarti.
                             Rosulullah langsung menuju ka’bah dan mendatangi hajar aswad kemudian menciumnya lalu bertawaf.
Rosulullah          : wahai kaum muslimin hancurkan seluruh ka’bah yang ada di sekitar ka’bah yang berjumlah 360 buah
Narator               : Rosulullah dan kaum muslimin terus mengumandangkan takbir sebagai rasa syukur atas kemenangan dan keselamatan mereka dalam menaklukan kota mekkah.

Komentar